MAHASISWA HARUS TAHU! TIPS MENGELOLA STRES SECARA EFEKTIF

Stres adalah cara  tubuh  bereaksi  ketika  menghadapi  situasi  yang  dapat menyebabkan  ketegangan,  perubahan, ketegangan  emosional, dan sebagainya. Stres merupakan gejala yang wajar terjadi pada setiap orang dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan.

Mahasiswa terlihat stres

Maria Dileuza/Pinterest

Stres yang dialami oleh kalangan mahasiswa sudah menjadi rahasia umum. Mengutip penelitian ACE (American Council on Education), 76% mahasiswa perguruan tinggi mengalami stres tingkat sedang hingga tinggi. Tidur larut malam, deadline menumpuk, beban studi, skripsi, dan kesulitan keuangan adalah beberapa faktor stresor mahasiswa.

Belajar cara mengelola stres secara efektif dapat membantu meningkatkan kualitas akademik dan kehidupan pribadi mahasiswa. Lewat artikel ini, kita akan berdiskusi bersama mengenai bagaimana cara mengelola stres secara efektif dan meningkatkan kesejahteraan hidup mahasiswa.

APA PENYEBAB STRES PADA MAHASISwa?

Berdasarkan Transformation Education, Tingkat Stres mahasiswa meningkat sebesar 30% selama 30 tahun terakhir. Timelycare menyebut, Tekanan akademik dan banyaknya tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh mahasiswa berkontribusi pada tingkat stres mahasiswa. Namun, ketika hal tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari, mereka mulai mencari tahu pemicu stres dan belajar untuk mengelolanya.

Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa stres.

Jauh dari rumah

Mahasiswa perantau yang jauh dari rumah dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti mengurus diri sendiri, beradaptasi di lingkungan baru, dan sebagainya. Jika tidak dapat memenuhi berbagai kebutuhan tersebut, tak jarang membuat mahasiswa menjadi stres.

Kesulitan finansial

Biaya kuliah dan hidup yang mahal tak jarang memaksa mahasiswa melakukan kerja sampingan untuk memenuhi biaya tersebut. Tambahan aktivitas ini, membuat mahasiswa mengalami stres karena kurangnya waktu untuk beristirahat dan sering kali fokusnya terbagi menjadi dua, antara pekerjaan dan perkuliahan.

Tekanan akademik

Efikasi diri yang tinggi tak jarang membuat mahasiswa merasa stres karena mereka memaksa dirinya terlalu keras untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Keinginan membanggakan orang-orang terdekat pun menambah tekanan mahasiswa yang kemudian menimbulkan gejala stres.

Permasalahan dalam hubungan

Membangun hubungan dengan orang baru memang baik, tetapi ada beberapa kasus di mana sebuah hubungan justru berdampak negatif dalam kehidupan mahasiswa, yang kemudian menambah permasalahan yang sudah ditanggung oleh mahasiswa.

BAGAIMANA CARA MAHASISWA DAPAT MENGELOLA STRES SECARA EFEKTIF?

Dalam level tertentu, stres dapat membuat Mahasiswa termotivasi untuk mengerjakan sesuatu (Eustress). Namun, ketika stres melewati batas level, stres akan berdampak buruk pada kesehatan Mahasiswa. Beberapa gejala yang terjadi ketika Mahasiswa mengalami stres, yaitu seperti mudah marah, bersikap berlebihan, gelisah, merasa lelah, kesulitan fokus, dan sebagainya.

Berikut adalah 8 cara mengelola stres ketika kamu merasa burnout dan tekanan yang ada sudah tak tertahankan akibat kehidupan kuliah.

Jangan memaksa diri

Mahasiswa yang memiliki banyak aktivitas dalam satu waktu, akan cenderung mengalami stres. Laporan dari National College Health Assessment (2019) menyebut, mahasiswa merasa kewalahan karena banyaknya aktivitas yang harus dilakukan.

Dengan mengenali batas kemampuan diri dan prioritas, mahasiswa dapat menghindari rasa kewalahan yang timbul akibat tanggung jawab yang secara sadar mereka pilih. Selain itu, mereka jadi punya waktu untuk belajar, istirahat, dan relax sebagai bentuk self-care.

Minta pertolongan

Ketika stres sudah terasa, cobalah untuk meminta bantuan profesional untuk membantu mengatasi stres yang kamu rasakan. Cobalah cari bantuan profesional yang kampus sediakan.

Seorang prefosional kesehatan dapat membantu menemukan pemicu stres, membuat rencana agar kesehatan mental tetap terjaga, dan cara mengelola stres dengan baik.

Olahraga secara rutin

Olahraga dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan dan mengurangi stres. Menurut BMC Public Health, mahasiswa yang berolahraga dapat mengatasi stres dan performa lebih baik di sekolah. Olahraga juga dapat mengurangi kecemasan dan depresi yang dialami oleh mahasiswa.

Mulailah dengan singkat, 10 menit waktu untuk olahraga secara rutin dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental mahasiswa.

Hindari alkohol

Kehidupan kuliah sering kali memberikan mahasiswa kebebasan (pergaulan bebas). Nah, tak jarang kehidupan yang bebas itu membuat mahasiswa berada di lingkungan yang menjadikan kegiatan minum minuman alkohol sebagai bentuk kesenangan. Berdasarkan AlcoholRehabGuide.org, Kecanduan alkohol merupakan masalah yang umum terjadi di kalangan mahasiswa berusia 18 hingga 22 tahun.

Cara terbaik untuk menghindari diri dari alkohol adalah dengan menjauhinya sejauh mungkin. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjauhi lingkungan yang dipenuhi dengan orang-orang minum minuman beralkohol dan mulailah mencari lingkungan yang lebih baik.

Kelola waktu secara efektif

Banyaknya kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa, seperti akademik, organisasi, kerja sampingan, volunteer, dan lomba membuat mereka kelimpungan karena terbatasnya waktu yang mereka miliki. Studi menyebut bahwa 78% mahasiswa kesulitan dalam mengelola waktu mereka selama kuliah.

Belajar cara mengelola waktu dengan baik akan membantu kamu dalam mengelola stres. Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan memprioritaskan tugas/kegiatan yang penting terlebih dahulu.

Dengan strategi mengelola waktu yang baik, Mahasiswa akan cenderung mengalami peningkatan performa akademik dan membantu tetap terorganisir. Pada akhirnya akan membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan yang mereka alami.

Tidur yang cukup

Begadang adalah suatu fenomena yang umum di kalangan mahasiswa. Mereka melakukan itu bukan karena tanpa alasan, melainkan karena ada tugas yang harus dipenuhi, persiapan ujian, dan tak jarang rapat organisasi.

Menurut survei TimelyCare, lebih dari setengah mahasiswa tidur tidak lebih dari 6 jam per malam, sementara National Sleep Foundation merekomendasikan untuk tidur 7-8 jam per malam.

Berpikir positif

Pikiran-pikiran negatif yang muncul kerap kali memicu adanya stres. Untuk itu, cobalah untuk memberikan dukungan positif ke diri sendiri tiap kali pikiran-pikiran negatif itu muncul. Hal itu akan membantu kamu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan.

Mulai Journaling

Saat stres melanda, cobalah untuk menulis jurnal tentang hari yang kamu jalani dan perasaan yang kamu rasakan sebagai bentuk refleksi diri. Dengan begitu, kamu akan mendapati stresor yang menyebabkan berbagai perasaan negatif yang mengganggu kehidupan sehari-hari kamu.

Stres memang tidak bisa dihindari oleh mahasiswa karena berbagai alasan. Akan tetapi, bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan menerapkan tips di atas, dapat membantu mahasiswa menemukan kembali jalan hidup mereka dan mulai merasakan perubahan positif yang akan mereka rasakan.

Referensi

12 Tips to Manage Stress for College Students – TimelyCare

Sleep Awareness Week 2025 – National Sleep Foundation

Start the Year Off Right: Tips and Tricks for Improving Time Management | UWire

12 Ways to Reduce Stress For College Students for 2026 | Research.com

College Stress Management Tips That Actually Work | Campus Mind

Stress Management Techniques For Students: How To Decrease Stress Levels | BetterHelp

Kehidupan Mahasiswa Perantau: Menghadapi Jauh Dari Rumah Dan Membangun Kemandirian – UniversitasIndonesia.com

View of Analisis Literatur Faktor-Faktor yang Menyebabkan Stres Mahasiswa di Indonesia

(PDF) FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT STRES PADA MAHASISWA AKHIR: FACTORS INFLUENCING STRES LEVELS OF FINAL YEAR STUDENTS

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *